Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Sejak dulu wilayah Indonesia telah terkenal kaya akan rempah-rempah yang merupakan salah satu komoditi perdagangan di Eropa. Karena kelangkaan rempah-rempah di Eropa sehingga mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk saling berlomba-lomba mencari sumber rempah-rempah dari luar daerahnya. Mereka bertualang di lautan luas, melawan hantaman ombak demi mencari sumber rempah yang baru. Hingga mereka menemukan berbagai pulau dan wilayah baru yang kemudian mereka jadikan markas untuk mencari rempah-rempah, seperti Amerika, India, dan salah satunya adalah negara kita, Indonesia. Hal inilah yang melatar belakangi bangsa Barat ke Indonesia.
Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia
Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

Pada awal kedatangannya, bangsa-bangsa Barat menjadikan Indonesia sebagai tujuan perdagangan dan pelayaran. Karena mereka mendapat respon positif atau diterima oleh bangsa Indonesia sehingga berpikir untuk menguasai Indonesia. Perkembangan selanjutnya, dengan paham dan dasar pemikiran yang mereka miliki, Indonesia dijadikan sebagai salah satu daerah jajahan oleh bangsa-bangsa Eropa.

Selain hal-hal di atas ada beberapa hal yang melatar belakangi para Bangsa barat datang ke Indonesia, antara lain :


1. Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Pada masa kejayaannya, kekuasaan kekaisaran Romawi meliputi hampir seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Afrika Barat. Kekaisaran Romawi mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Kaisar Octavianus Augustus. Namun, pemerintahan ini akhirnya runtuh pada tahun 476 M. Hubungan dagang yang terjalin antara Eropa dengan Asia pun mengalami kemunduran, bahkan berakibat kemerosotan di segala bidang kehidupan. Zaman kemunduran ini disebut zaman kegelapan (Dark Ages). Runtuhnya Romawi mengakibatkan tata kehidupan bangsa-bangsa Eropa yang semula berkiblat pada hukum Romawi menjadi kacau-balau.

2. Perang Salib

Perang ini terjadi dengan melibatkan orang-orang Kristen Eropa yang berhadapan dengan orang Turki Seljuk dan orang-orang Arab. Disebut Perang Salib karena pasukan Kristen menggunakan tanda salib dalam pakaian mereka. Sementara bagi orang Islam, perang ini disebut dengan perang suci. Perang Salib berlangsung kurang lebih 200 tahun yang terbagi dalam tujuh periode.

Penyebab perang ini salah satunya memperebutkan kota suci Yerusalem. Pahlawan Islam yang terkenal dalam perang ini adalah Salahuddin Al-Ayyubi yang berhasil merebut kembali Kota Yerusalem yang telah dikuasai kerajaan Kristen selama hampir 100 tahun. Salahuddin mengalahkan pasukan Salib dalam Perang Khitin. Selanjutnya Raja Inggris Richard The Lion Heart menghimpun kekuatan raja-raja Eropa untuk mengambil kembali Kota Yerusalem. Namun, mereka gagal dan pulang ke Eropa dengan membawa kekalahan yang pahit.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Perang Salib adalah sebagai berikut.
a. Adanya larangan bagi peziarah-peziarah Kristen untuk mengunjungi Yerusalem.
b. Merebut Spanyol yang telah tujuh abad dikuasai oleh Dinasti Umayyah.
c. Paus Urbanus berusaha untuk mempersatukan kembali gereja Roma dengan gereja di Romawi Timur, seperti di Konstantinopel, Yerusalem, dan Aleksandria.

Dampak adanya Perang Salib adalah sebagai berikut.
a. Jalur perdagangan Eropa dan Timur Tengah menjadi terputus. Apalagi dengan dikuasainya Konstantinopel, maka para pedagang Eropa mulai mencari jalan lain untuk mendapatkan rempah-rempah secara langsung.
b. Bangsa Eropa mulai mengetahui kelemahan dan ketertinggalan mereka dari orang-orang Islam dan Timur, sehingga mereka mencoba untuk mengejar ketertinggalan itu dengan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara besar-besaran.
c. Adanya motif balas dendam di kalangan orang-orang Kristen terhadap orang Muslim karena kekalahannya dalam peperangan di dunia Timur dalam rangka menguasai jalur perdagangan.

3. Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Umat Islam (Turki Utsmani)

Pada awalnya bangsa-bangsa Eropa memperoleh rempah-rempah dari Asia, termasuk dari Indonesia melalui para pedagang muslim yang banyak berdagang di kawasan Laut Tengah. Akan tetapi, semua itu berubah pada tahun 1453 ketika Khalifah Utsmaniyah yang berpusat di Turki berhasil menguasai Konstantinopel yang sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi–Byzantium. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani yang dipimpin Sultan Muhammad II menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam bidang perdagangan. Oleh karena itu, bangsa-bangsa Eropa mulai berpikir untuk mencari daerah penghasil barang-barang yang dibutuhkannya, terutama rempah-rempah secara langsung. 

4. Penjelajahan Samudra

Faktor-faktor yang mendorong bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudra adalah sebagai berikut.
a. Teori Heliosentris dari Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat mendorong kawan-kawan Copernicus ingin membuktikannya. Salah satunya ialah Ferdinand Magellan, pelaut pertama yang berhasil mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi memang bulat, serta laut-laut di bumi saling berhubungan. Teori ini membantah Teori Geosentris dari Ptolomeus yang menyatakan bumi datar.
b. Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia Timur (Cina) yang tertuang dalam buku yang ditulis oleh temannya, Rustichello, yang berjudul The Travels of Marco Polo (Perjalanan Marco Polo). Selama ratusan tahun, catatan perjalanan Marco Polo ini menjadi sumber informasi tentang Cina bagi bangsa Eropa.
c. Penemuan kompas, mesiu, navigasi, peta, dan peralatan pelayaran.
d. Adanya ambisi untuk melaksanakan semboyan 3 G, yaitu gold (mencari emas atau kekayaan), glory (mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan), dan gospel (menunaikan tugas suci menyebarkan agama Nasrani).
Portugis dan Spanyol merupakan bangsa Eropa yang menjadi pelopor penjelajahan samudra.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada berbagai alasan yang melatar belakangi bangsa Barat datang ke Indonesia. Mereka berhasil membalikkan keterpurukan mereka, hal itulah yang bisa menjadi motivasi kita untuk membangun bangsa Indonesia agar nantinya bisa bersaing bahkan mengalahkan bangsa-bangsa Eropa yang saat ini tengah berada di atas daun. Anda bisa membaca refrensi lain mengenai Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia di Wikipedia atau web edukasi lainnya.

Bagi ke FB
Bagi ke G+
Tags :

Related : Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat ke Indonesia

1 komentar:

  1. Banyak hal yang menjadi alasan atau pendorong kedatangan bangsa-bangsa Barat selain mencari rempah-rempah. Beberapa alasan lain yang sangat penting adalah seperti yang sudah disebutkan pada artikel di blog ini. Dan kalau boleh saya tambahkan juga adalah adanya perubahan sosial, politik, ekonomi dan revolusi industri di Eropa serta di dorong pula oleh motivasi 3G (gold, glory, gospel= menyebarkan agama nasrani).

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!