Cara Mudah Memahami Makna Denotasi dan Konotasi

Di dalam sebuah tulisan biasanya kita sulit untuk menentukan atau menginterpretasi makna sebuah kata atau frasa. Hal ini disebabkan karena adanya makna yang disampaikan secara sebenarnya(Denotasi) dan makna yang disampaikan dalam bentuk kiasan(Konotasi). Kali ini akan dibahas mengenai perbedaan antara makna denotasi dan makna konotasi dan cara mudah mengenalinya. Pernakah Anda mengalami kesulitan menginterpretasi makna suatu wacana, misalnya cerpen? Sebenarnya sangat mudah untuk memahami perbedaan dari makna denotasi dan konotasi. Dengan memahami perbedaan antara makna konotasi dan denotasi berarti telah mempermudah Anda untuk memahami makna sebuah tulisan.

ads

Memahami Makna Denotasi dan Konotasi

Sebelum memahami perbedaan antara makna denotasi dan makna konotasi, sebaiknya baca terlebih dahulu kutipan di bawah ini.
Cara Mudah Memahami Makna Denotasi dan Konotasi
Cara Mudah Memahami Makna Denotasi dan Konotasi
Meluap
  • Denotasi : Banjir yang terjadi kemarin disebabkan oleh air sungai yang meluap tak mampu dikendalikan oleh tanggul yang ada disekitanya.
  • Konotasi : Kemarahan Pak Budi makin hari tambah meluap karena masalah yang diperbantahkan itu tidak pernah menemukan titik permasalahannya.
Penuh
  • Denotasi : Lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pusat hiburan itu telah terisi penuh oleh pemukiman penduduk.
  • Konotasi : Pekerjaan itu dilakukannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
Naik
  • Denotasi : Pak Halim pergi ke Makassar dengan naik mobil pribadi.
  • Konotasi : Naik turunnya harga barang sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan konsumen.
Tumbuh
  • Denotasi : Pohon mangga yang tumbuh di halaman rumah Pak Ilham memiliki buah yang besar-besar.
  • Konotasi : Kondisi perekonomian Indonesia mulai tumbuh sejak beralihnya sistem pemerintahan ke era reformasi. 
Atas
  • Denotasi : Di atas pohon yang rindang itu ada terdapat beberapa sarang burung hantu.
  • Konotasi : Irama yang muncul pada permukaan tembok itu ditimbulkan atas beberapa perpaduan warna.
Kendali
  • Denotasi : Nakhoda memberikan instruksi kepada para penumpang kapal agar waspada, sebab kendali dalam kapal sedang mengalami gangguan.
  • Konotasi : Peristiwa itu terjadi saat dirinya telah kehilangan kendali. (kontrol)
Panas
  • Denotasi : Permukaan kulit pada anak itu lecet akibat tersiram air panas.
  • Konotasi : Suhu dalam ruangan itu semakin panas ketika peserta diskusi dalam ruangan itu saling beradu argumen. (panas = ketegangan)
Hancur
  • Denotasi : Mainan anak pak lurah hancur terinjak mobil.
  • Konotasi : Semua perkataannya kedengaran hancur akibat terbawa emosi. (hancur = tidak masuk akal).
Arus
  • Denotasi : Adik terseret arus yang sangat deras saat menyeberang sebuah sungai di tepi rumahnya.
  • Konotasi : Arus balik pada lebaran tahun depan diprediksikan akan lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. (arus = sistem)
Hangus
  • Denotasi : Bau hangus itu dihasilkan dari pembakaran sisa-sisa plastik dan kertas yang ada di tepi jalan itu.
  • Konotasi : Semua dana yang dianggarkan telah hangus akibat program kerja yang tidak tertata dengan rapi. (hangus = ludes)

Makna Denotasi

Makna denotasi merupakan makna yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai makna kamus (harfiah), biasanya disebut makna konseptual yakni makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, perabaan, penciuman, pendengaran, perasaan atau pengalaman yang berkaitan dengan informasi faktual dan objektif. Makna denotasi seringkali dijumpai dalam penulisan karya ilmiah agar apa yang disampaikan tidak menimbulkan penafsiran ganda bagi pembaca dan dapat dengan mudah menangkap gagasan yang disampaikan penulis.
Contoh makna Denotasi :
1. Saya sedang membaca artikel sambil meminum kopi(membaca artikel maksudnya membaca suatu artikel).
2. Di daerah Thailand banyak terdapat arena mengadu domba (mengadu domba maksudnya adalah memperklahikan domba).

Makna Konotasi

Makna konotasi merupakan makna kiasan yang terbentuk dalam suatu kalimat dengan mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Makna konotasi sering kali membingungkan para pembaca dalam menemukan makna dari suatu tulisan sehingga sangat jarang dipergunakan dalam  penulisan karya ilmiah. Sebaliknya, makna konotasi sangat sering dijumpai dalam karya sastra, misalnya puisi, cerpen, dan lain sebagainya. Makna konotasi dalam karya sastra membuat alur lebih hidup dan meningkatkan rasa ingin tahu pembaca.

Contoh Makna konotasi :
1. Saya  mudah menangkap penjelasan pak guru (kata menangkap berarti memahami bukan menangkap dalam artian sesungguhnya).
2. Kesulitan akan menerpa bila kita tidak berusaha (menerpa bisa berarti datang, bukan berarti dijatuhi).

Konotasi terbagi atas dua yaitu konotasi positif dan konotasi negatif.
Makna konotasi positif merupakan kata yang digunakan dirasa lebih sopan dan lebih baik. Contohnya kata "gugur" dalam kalimat "Seribu orang gugur dalam perang melawan kompeni Belanda". Sedangkan makna konotasi negatif lebih cenderung ke hal yang dianggap kebih kasar misalnya kata "kambing hitam" dalam kalimat "Dia dijadikan kambing hitam dalam masalah itu".

Bagaimana mudah bukan? Intinya adalah pahami kalimat sebelum atau sesudah kata atau frasa yang ingin dimaknai. Itu hanya berasal dari tingkat penerjemahan kita terhadap suatu wacana, makanya perlu dibaca berulang-ulang untuk menangkap makna dalam sebuah wacana. Dengan membaca secara teliti dan memahami Makna Denotasi dan Konotasi akan mempermudah dalam menginterpretasi suatu tulisan atau bacaan.



Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : Cara Mudah Memahami Makna Denotasi dan Konotasi

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!