Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan Dengan Istilah Prasejarah

Saat ini kita sering mendengar istilah praaksara dan kata prasejarah di dalam pelajaran sejarah. Apakah kedua istilah ini sama? Lalu mana yang lebih tepat saat digunakan? Sebenarnya istilah praaksara dan prasejarah berbeda bila dianalisis dari arti katanya. Mari kita bahas mengenai perbedaan istilah praaksara dan prasejarah terlebih dahulu dengan menganalisis arti kata dasarnyanya.

ads

Perbedaan Istilah Praaksara dengan Istilah Prasejarah

Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan Dengan Istilah Prasejarah
Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan Dengan Istilah Prasejarah

Praaksara

Mari kita urai kata praaksara. Kata pra-aksara berasal dari kata pra dan aksara.

Pra 
"Pra" berarti sebelum atau di depan.

Aksara 
"Aksara" jika dianalisis dari arti sempit berarti tulisan. 

"Aksara" jika dianalisis dari arti luas aksara adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada 
kertas maupun media lainnya (batu, kayu, kain, dll) untuk mengungkapkan unsur-unsur yang ekspresif dalam suatu bahasa. 

"Aksara" berasal dari bahasa Sanskerta yaitu akar kata "a-" 'tidak' dan "kshara" 'termusnahkan'. Jadi, aksara adalah sesuatu yang tidak termusnahkan/kekal/langgeng. Dikatakan sebagai sesuatu yang kekal, karena peranan aksara dalam mendokumentasikan dan mengabadikan suatu peristiwa komunikasi dalam bentuk tulis. Melalui aksara yang ditatah di atas batu hingga ditulis di atas daun lontar dan lempeng tembaga, kesuraman dan kejayaan masa lalu dapat dijamah kembali dengan bukti-bukti literal.

Jadi praaksara adalah zaman manusia sebelum mengenal adanya aksara atau tulisan.

Prasejarah

Pra
Seperti penjelasan sebelumnya "Pra" berarti sebelum atau di depan.

Sejarah
Sejarah atau history berasal dari bahasa Yunani yaitu 'hisotira' yang berarti penyelidikan atau pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian yang mendalam.Hal tersebut menunjukan bawah penkajian sejarah sepenuhnya bergantung pada penyelidikan yang mendalam terhadap perkara atau kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampu.

Kata sejarah itu sendiri berasal dari bahasa Arab 'syajaratun' yang berarti pohon kayu yang bercabang-cabang. Pohon kayu yang bercabang-cabang diibaratkan sebagai sejarah karena sejarah berkembang dari satu titik kejadian bercabang ke titik kejadian yang lain yang saling berhubungan. Pohon yang bercabang-cabang juga diibaratkan sebagai suatu silsilah keturunan dari suatu individu, raja atau orang-orang penting pada masa lampau.

Sejarah adalah studi tentang masa lalu, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.
Jadi prasejarah adalah zaman 

Dari uraian di atas prasejarah berarti zaman manusia 
Lalu mana istilah yang lebih tepat Praaksara atau Prasejarah?
Bila mengatakan lebih tepat sebenarnya sesuai dedikasinya saja, di mana istilah tersebut digunakan. Singkatnya sesuai bidang kajian yang tengah kita dalami atau kaji

Istilah Praaksara lebih tepat daripada Istilah Prasejarah untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan


Bila mengkaji mengenai kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan maka lebih tepat menggunakan istilah praaksara daripada istlah prasejarah. Mengapa demikian? Karena pada zaman kehidupan manusia purba belum mengenal adanya tulisan atau aksara sementara telah terjadi kegiatan atau proses sejarah. Sedangkan istilah pra sejarah menggambarkan perkembangan kehidupan dan budaya manusia saat belum ada sejarah, yang berarti belum ada kehidupan manusia. Padahal, manusia sudah memiliki sejarah dan menghasilkan kebudayaan walaupun belum mengenal tulisan.

Jadi, kesimpulannya untuk mengetahui mana yang lebih tepat istilah praaksara atau prasejarah, sesuai bidang kajian, bila mengenai penggambaran kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan berarti istilah praaksara lebih tepat, sedangkan bila mengkaji tentang geografik bumi sebelum adanya kehidupan manusia lebih tepatnya menggunakan istilah prasejarah. 


Bagi ke FB
Bagi ke G+
Tags :

Related : Istilah Praaksara Lebih Tepat Dibandingkan Dengan Istilah Prasejarah

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!