Menyusun Struktur Teks Biografi "Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia"

Setiap teks tertentu memiliki struktur yang membangunnya menjadi suatu teks yang utuh. Struktur itu disebut struktur teks. Struktur teks adalah bagian-bagian teks yang saling sambung-menyambung dan berkaitan sehingga membentuk atau membangun sebuah teks yang utuh, atau dengan kata lain struktur teks adalah hubungan antara unsur-unsur yang membentuk teks sebagai satu kesatuan. Misalnya struktur teks cerpen yang dimulai dengan abstraksi, kemudian orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Namun kali ini kita akan membahas mengenai Menyusun Struktur Teks Biografi.
ads

Menyusun Struktur Teks Biografi " Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia"

Struktur teks biografi berbeda dengan teks lainnya, yakni dimulai dengan orientasi, lalu kronologi atau urutan peristiwa kehidupan tokoh dan terakhir reorientasi.
 Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia
 Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia

Orientasi

Merupakan tahap pengenalan tokoh secara umum, biasanya berada pada bagian awal teks. Di sini yang menjadi topik bahasan seperti nama, tempat dan tanggal tokoh dilahirkan, latar belakang keluarga tokoh yang dibahas, riwayat pendidikan dan karir tokoh. Berikut orientasi dari Biografi " Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia".
Soekarno, yang akrab dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar pada 6 Juni 1901. Dia anak seorang guru sekolah rakyat, Raden Soekami dan wanita Bali berdarah bangsawan, Ida Ayu Rai. Sebagai anak priyayi yang memang pandai, Soekarno bisa mengecap pendidikan tinggi dan lulus dari Sekolah Teknik Tinggi di Bandung (kini ITB) pada 1925. Sebagai mahasiswa teknik, Soekarno terbilang pandai. Akan tetapi, ide-ide nasionalisme rupanya telah membuat dirinya terpikat. Tiga bulan setelah lulus, pada 1926, lelaki yang dikenal sebagai orator ulung ini memuatkan ide-ide politiknya di media massa dalam artikel yang berjudul “Nasionalisme, Islam, dan Marxisme”. Tulisan ini sangat menekankan ide persatuan antarkelompok yang kemudian menandai pemikiran politiknya sepanjang kariernya.
Dari uraian di atas kita ketahui bahwa Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia yang sering disapa Bung Karno dilahirkan di Blitar, 6 Juni 1901. Latar belakang keluarga beliau termasuk baik terbukti dengan mampunya beliau mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi atau saat ini kita kenal dengan istilah kuliah, yang dulu hanya oran-orang tertentu yang bisa sampai kejenjang ini tidak seperti sekarang.

Kronologi atau Urutan Peristiwa Kehidupan Tokoh

Merupakan penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa yang pernah dialami sosok tokoh yang dibahas. Bagian ini berisi pengalaman tokoh baik pengalaman menyenangkan, menyedihkan, dan sebagainya. Persoalan, masalah yang menghampiri kehidupan tokoh dan peristiwa yang mengesankan juga diuraikan disini.
Perjuangan politik merebut kemerdekaan berlanjut dengan dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Soekarno menerapkan sikap nonkooperasi dengan Belanda yang membuatnya beberapa kali masuk tahanan. Pada 1929 dia ditahan oleh Belanda di penjara Sukamiskin, Bandung, karena aktivitas politiknya, tetapi dibebaskan dua tahun kemudian. Dia ditahan lagi pada 1933, diasingkan ke Ende, kemudian ke Bengkulu, sampai dia dibebaskan oleh Jepang pada 1942. Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno mendapat kesempatan lebih besar untuk mempromosikan cita-cita nasional Indonesia yang bekerja sama dengan Jepang melawan Sekutu. Sikap mau bekerja sama dengan Jepang ini tidak pelak mengundang kritik keras dari pelbagai kalangan “garis keras”
yang menginginkan sikap nonkooperasi dengan Jepang.

Pada 17 Agustus 1945, tak lama setelah Jepang takluk pada Sekutu, atas desakan para aktivis pemuda yang sempat menculik Soekarno ke Rengas Dengklok, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sehari kemudian Soekarno-Hatta diangkat menjadi presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Mereka segera terlibat dalam perjuangan melawan pendudukan kembali oleh Belanda. Pada masa itu Soekarno-Hatta sempat dibuang kembali ke Parapat dan Bangka. Namun, ketika secara resmi Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 1949, kedudukan Soekarno sebagai presiden kembali dipulihkan.

Ketika sistem pemerintahan parlemen terbukti tidak berjalan efektif, Soekarno pada akhir 1956 menyerukan pembubaran semua partai politik. Dia kemudian membentuk Demokrasi Terpimpin pada 1959, dan pada tahun berikutnya membubarkan parlemen terpilih. Soekarno mencoba menerapkan gagasannya akan tiga pilar kekuatan bangsa, yaitu Nasakom (Nasionalis, Agama, dan Komunis). Namun, kondisi krisis ekonomi dan politik dalam negeri terus bertambah runyam.

Dalam bidang politik luar negeri, Soekarno bersikap curiga terhadap AS dan kekuatan Barat. Untuk mengimbagi kekuatan Barat, dia berperan sebagai pemimpin nengara-negara baru melawan kekuatan kolonial dan “neokolonial”. Dia berhasil “memaksa” Belanda untuk menyerahkan Irian Barat (kemudian pada 1963 disebut Irian Jaya, kini Papua). Soekarno mempermaklumkan “konfrontasi” dengan Federasi Malaysia yang baru dibentuk pada 1963. Pada 1965 Indonesia keluar dari PBB dan Soekarno semakin aktif sebagai tokoh negara-negara “new emerging forces”. Kharismanya yang hebat tidak hanya memengaruhi rakyat Indonesia, tetapi juga bangsa-bangsa yang baru merdeka di Asia-Afrika. Dia juga dikenal sebagai salah satu pemimpin negara Nonblok yang paling terkemuka.

Situasi politik Indonesia memuncak dengan perebutan kekuasaan yang gagal pada 30 September 1965. Kejadian ini kemudian berlanjut dengan pembunuhan besar-besaran, pembubaran Partai Komunis, dan buntutnya Soekarno tersingkir. Pemimpin militer Mayjen Soeharto meminta Soekarno
untuk menyerahkan kekuasaan efektifnya melalui Supersemar pada Maret 1966. Soeharto kemudian menjadi presiden menggantikan Soekarno pada 1968. Sampai kematian Soekarno di Jakarta pada 21 Juni 1970, dia masih berada dalam status tahanan rumah. Namun, pemerintah menganugerahinya Pahlawan Proklamasi.

Reorientasi

Merupakan tahap yang berisikan pandangan-pandangan penulis terhadap tokoh yang dibahas. Bagian ini bersifat opsional artinya bisa ada bisa juga tidak ada. Berikut tahap Reorientasi dari Biografi " Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia"
Sebagai Founding Father atau Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno telah mengantarkan bangsa Indonesia kepada kemerdekaan. Dengan perjuangan yang tanpa pamrih, Bung Karno telah membangun tatanan keadilan yang menyejahterakan rakyat Indonesia serta berhasil menyejajarkan Indonesia dengan negara lainnya. Semoga apa yang dilakukannya itu dapat menginspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.
Demikian pembahasan mengenai Menyusun Struktur Teks Biografi " Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia", berikut merupakan sambungan dari artikel ini yakni Struktur Teks Biografi " John F. Kennedy: Jangan Tanyakan Apa yang Negerimu Berikan Padamu". Intinya adalah uraikan struktur sebuah teks dengan memerhatikan unsu-unsur di tiap bagian teks tersebut. Sekian dan terima kasih.
Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : Menyusun Struktur Teks Biografi "Soekarno : Bapak Bangsa Indonesia"

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!