Ungkapan dan Makna Ungkapan

Pernakah Anda mendengar kata "isi hati" yang bermakna perasaan, namun jika dipisah unsur-unsur penyusunnya yaitu kata "isi" yang berarti konten dan kata "hati" yang berarti organ hati. Antara kata "isi hati" tidak berkaitan maknanya dengan kata "isi" maupun kata "hati" Itulah yang disebut ungkapan.

ads

Pengertian Ungkapan

Ungkapan adalah salah satu bentuk konotasi atau kiasan yang biasa kita temukan dalam karya-karya sastra dewasa ini. Lain dengan peribahasa dan majas, ungkapan atau idiom merupakan gabungan kata yang menimbulkan makna baru, dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur kata yang membentuknya. Biasanya ditemukan pada karya sastra seperti pantun atau puisi, biasa juga disisipkan dalam pidato atau pembicaraan. Sering juga ungkapan-ungkapan orang dulu digunakan sebagai nasihat atau amanat. Ada beberapa gabungan kata yang mirip dengan ungkapan yaitu kata majemuk dan frasa, berikut penjelasannya.
Ungkapan dan Makna Ungkapan
Ungkapan dan Makna Ungkapan

Perbedaan Ungkapan dan Kata Majemuk

Ungkapan dan kata majemuk jika dilihat secara sekilas memang mirip, namun sebenarnya berbeda. Seperti pengertian diatas bahwa ungkapan tidak dapat ditafsirkan per unsurnya. Sedangkan pada kata majemuk, kita dapat menafsirkan makna dari unsur-unsurnya, karena ada kemiripan makna antara unsur-unsur penyusun dengan kata yang terbentuk. Contohnya "kamar mandi" yang berarti tempat mandi, tersusun atas kata "kamar" yang berarti ruang dan kata "mandi" yang artinya membersihkan badan dengan air. Dari kata "kamar" maupun "mandi" kita bisa menebak makna dari sebuah kata majemuk "kamar mandi". Salah satu contoh lain dari kata majemuk adalah kata "rumah sakit" yang bermakna tempat orang sakit, tersusun atas kata "rumah" yang berarti tempat tinggal dan kata "sakit" yang artinya tidak bugar atau kurang sehat. Dari mr "rumah" dan "sakit" kita bisa menerka makna dari "rumah sakit" adalah tempat merawat orang-orang sakit.

Perbedaan Ungkapan dan Frasa

Adalagi salah satu bentuk gabungan kata yang mirip dengan ungkapan yaitu frasa. Frasa merupakan gabungan kata yang disusun oleh kata yang dijelaskan dan kata yang menjelaskan. Contoh frasa yaitu kata "kursi presiden" yang bermakna kursi atau tempat duduk presiden. Kata "kursi" sebagai kata yang dijelaskan dan kata "presiden" adalah kata penjelas. Bila kedua unsur penyusun ini dipisah maka maknanya tidak akan menyerupai frasa yang terbentuk.

Cotoh Ungkapan dan Maknanya

Ok, selanjutnya kita akan mencoba melihat beberapa contoh ungkapan yang sering ditemui dan maknanya serta penerapannya dalam kalimat.
  • Banting harga >> menjual dengan harga murah.
"Pak Toni membanting harga barang dagangannya agar cepat laku."
  • Banting stir >> pindah pekerjaan atau berganti profesi
"Razak banting stir menjadi seorang pengusaha kecil-kecilan untuk menghidupi keluarganya."
  • Banting tulang >> bekerja keras
"Nunir membanting tulang untuk menghidupi kedua anaknya."
  • Berat tangan >> orang yang malas bekerja
"Ia tidak akan bisa sukses bila terus berat tangan"
  • Bergandang paha >> bersuka ria diatas penderitaan orang lain
"Tommi bergadang paha melihat adiknya dimarahi oleh ayahnya."
  • Berhati batu >> tidak menaruh iba samasekali
"Memang berhati batu, uang anak yatim pun dicuri juga"
  • Bermuka dua >> orang yang tidak dapat dipercaya
"Dasar bermuka dua, tadi bilang itu sekarang bilang ini"
  • Besar kepala >> Sombong
"Sifat besar kepalamu akan segera menjatuhkanmu."
  • Kaki tangan >> anak buah
"Kaki tangan Jenderal Hang adalah saudaranya sendiri."
  • Tebal muka >> tidak tahu malu
"Memang tebal muka anak itu, mencuri di depan orang tuanya."
  • Kepala batu >> keras kepala
"Dia lagi si Kepala batu, nanti tau sendiri akibatnya."
  • Mata-mata >> pengintai atau pengintip
"Ajrin sangat lihai memata-matai kakaknya yang sering keluar malam."
  • Mengambil hati >> menyenangkan perasaan orang lain
"Pandai sekali Rohim mengambil hati wanita idamannya."
  • Darah biru >> keturunan raja atau bangsawan
"Akbar masih merupakan keturunan darah biru."
  • Ringan tangan >> suka membantu
"Ilmi memang orang yang ringan tangan, setiap orang yang kesulitan pasti dibantunya."
  • Tangan besi >> kuasa karena kekerasan
"Jangan berani mendekat dengan anak yang bertangan besi itu, siapapun di hajarnya tanpa kenal ampun."

Itulah beberapa ungkapan beserta makna dan penerapannya dalam sebuah kalimat. Ungkapan sering juga muncul dalam teks pantung. Selain ungkapan, pada sebuah pantun terdapat juga kata arkais dan diksi muktahir.

Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : Ungkapan dan Makna Ungkapan

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!