Aru Palaka Bukan Merupakan Penghianat?

Sebenarnya ini sebuah dilema sejarah mengenai Aru Palaka (Arung Palakka) yang berdasarkan dari sejarah nasional Indonesia bahwa Aru Palaka telah bersekutu dengan pihak Belanda untuk menyerang Kerajaan Makassar yang dipimpin oleh Sultan Hasanudin. Di sisi lain Aru Palaka dianggap sebagai pahlawan dan tokoh pejuang bagi masyarakat Bone.

Apakah Aru Palaka adalah penghianat atau merupakan tokoh pejuang dari Bone? Untuk lebih jelasnya berikut ulasan mengenai Aru Palaka.


ads

Aru Palaka Bukan Merupakan Penghianat?

Biografi Aru Palaka

Aru Palaka
Aru Palaka
Aru Palaka atau Arung Palakka merupakan Sultan Bone yang menjabat pada tahun 1672-1696. Arung Palakka La Tenri Tatta lahir di Lamatta, Marioriwawo, Soppeng, pada tanggal 15 September 1634 sebagai anak dari pasangan La Pottobunna, Arung Tana Tengnga, dan istrinya, We Tenri Suwi, Datu Mario-ri Wawo, anak dari La Tenri Ruwa Paduka Sri Sultan Adam, Arumpone Bone. Ia memimpin kerajaannya untuk meraih kemerdekaan dari Kesultanan Gowa pada tahun 1666 dengan bekerja sama dengan Belanda. 

Arung Palakka bergelar La Tenritatta To Unru To-ri SompaE Petta MalampeE Gemme'na Daeng Serang To' Appatunru Paduka Sultan Sa'adduddin. Arung Palakka meninggal di Bontoala, Kesultanan Gowa, pada tanggal 6 April 1696 dan dimakamkan di Bontobiraeng.

Aru Palaka dianggap berkhianat karena bekerja sama dengan Belanda

Untuk meruntuhkan kerjaan Makassar maka Belanda bersiasat untuk bekerja sama dengan Aru Palaka sebagai Kesultanan Bone. Alhasil kerjaan Makassar di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin berhasil ditaklukan pada tahun 1667. Selanjutnya Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya yang salah satunya mengharuskan kerajaan Makassar untuk melepaskan tanah beserta rakyat Bone sehingga Kerajaan Bone merdeka dan Aru Palaka naik tahta menjadi raja.

Aru Palaka Di Mata Masyarakat Bone dan Bugis

Bone merupakan salah satu kerajaan di wilayah Sulawesi Selatan, hingga saat ini Bone telah berevolusi menjadi sebuah daerah kabupaten yang luas wilayahnya tergolong besar dibadingkan kabupaten lain di Sulawesi Selatan. 

Di mata masyarakat Bone, justru menganggap Aru Palaka sebagai tokoh pejuang dari Bone. Mengapa tidak, kerajaan-kerajaan bugis telah merasa diperbudak oleh kerajaan Makassar, sehingga mendorong mereka untuk membebaskan diri dari belenggu kerjaan Makassar. 

Sampailah seorang Aru Palaka benar-benar mewujudkan impian itu dengan jalan bekerja sama dengan Belanda. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat Bone menganggap Aru Palaka bukan merupakan pengkhianat melainkan seorang pejuang.

Kesimpulannya

Benarkah pandangan bahwa Aru Palaka itu bukan merupakan pengkhianat justru merupakan tokoh pejuang dari Bone?
Bila kita mengacu pada pandangan masyarakat bugis tentu saja, Aru Palaka merupakan sebuah tokoh pejuang karena telah melepaskan belenggu perbudakan yang telah dilakukan oleh Kerajaan Makassar. Walaupun dengan jalan bekerja sama dengan kolonial, demi membebaskan rakyatnya merupakan pondasi yang menguatkan bahwa Aru Palaka merupakan tokoh pejuang bagi masyarakt Bone. Namun karena hal tersebut Belanda berhasil menduduki kerajaan Makassar yang berimbas pada tingginya tingkat kolonialisme Belanda di tanah Sulawesi Selatan.


Bagi ke FB
Bagi ke G+
Tags :

Related : Aru Palaka Bukan Merupakan Penghianat?

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!