Mengevaluasi Makna Teks Pantun

Pantun merupakan salah satu khazanah budaya Indonesia yang harus dipertahankan dan dilestarikan. Pantun telah ada sejak dahulu jadi patutlah banyak pantun yang menggunakan kata-kata arkais dan kata-kata konotasi.
Akan sulitlah kita untuk mencerna maksud dan makna dari sebuah teks pantun tanpa berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, selain itu kemampuan untuk menangkap maksud dari teks pantun juga menjadi tolak ukur berhasilnya kita memaknai suatu teks pantun dengan benar. Apalagi pantun sekarang kebanyakan tidak menggunakan sampiran dan isi yang berkaitan, hingga makin sulitlah kita menentukan maknanya.

ads

Mengevaluasi Makna Sebuah Teks Pantun

Mengevaluasi Makna Teks Pantun
Mengevaluasi Makna Teks Pantun 

Perbedaan Pantun Yang Berkaitan Secara Substansi dan Tidak Berkaitan

Keterkaitan sampiran dan isi pantun secara substansi terdapat pada sebagian pantun terutama pantun-pantun dulu. Namun, dengan semakin berkembangnya zaman maka pantun juga ikut berkembang hingga saat ini banyak pantun yang sampiran dan isinya tidak berkaitan, bahkan tidak ada sangkut-pautnya sama sekali.

Berikut contoh teks pantun yang berkaitan sampiran dan isinya secara substansi.
Jika ada sumur di ladang,
Bolehlah kita menumpang mandi.
Jika ada umur yang panjang,
Bolehlah kita bertemu lagi.
Coba bandingkan dengan teks pantun yang tidak berkaitan sampiran dan isinya.
Anak Pak Dolah makan lepat,
makan lepat sambil melompat.
Nak hantar kad raya dah tak sempat,
pakai sms pun ok wat?
Pada pantun di atas, sampiran tidak berfungsi lagi sebagai penjelas isi namun lebih menitikberatkan sebagai penyedia rima untuk isi agar tetap memiliki rima yang ideal. Adanya rima yang ideal tentunya akan menghasilkan ritme yang indah.

Menetukan Makna Teks Pantun

Karena teks pantun kebanyakan menggunakan kata arkais dan kata konotasi maka salah satu senjata kita untuk bisa dengan mudah memaknai sebuah teks pantun adalah dengan memedomani Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berikut tips mudah untuk menentukan makna sebua teks pantun.

1. Baca teks pantun yang akan dimaknai dengan menggunakan irama/ritme yang tepat.
2. Cobalah mencari kaitan antara sampiran dan isi pantunnya.
3. Cari kata-kata yang tidak lazim (kata arkais) dan kata-kata konotasi yang terdapat dalam pantun lalu pedomani Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk memahami makna kata demi kata
4. Simpulkan makna isi dari teks pantun tersebut.

Selain cara di atas, ada juga dengan menggunakan Parafrasa Sederhana.

Beberapa Contoh Teks Pantun dan Maknanya

Kuda perang berpacu kencang,
kuda beban jalan perlahan.
Maafkan aku berteriak lantang,
mohon maafkan segala kesalahan.
Bermakna mengenai seseorang yang meminta maaf karena telah berteriak lantang.
Bunga kenanga di atas kubur,
pucuk sari pandan jawa.
Apa guna sombong dan takabur,
rusak hati badan binasa.
Bermakna mengenai sifat takabur dan sombong yang tidak ada berguna, melainkan mendatangkan kerugian bagi rohani manusia.
Asam kandis asam gelugur
ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur,
teringat badan tidak sembahyang
.
Bermakna mengenai penyesalan yang selalu datang terlambat.
Buah langsat kuning cerah,
keduduk tidak berbunga lagi.
Sudah dapat gading bertuah,
tanduk tidak berguna lagi.
Bermakna mengenai seseorang yang mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya maka barang atau hal lain yang telah ada sebelumnya tidak berguna lagi atau kurang berguna lagi.
Berburu ke padang datar,
dapat rusa belang kaki.
Berguru kepalang ajar,
bagai bunga kembang tak jadi.
Bermakna jika melakukan seseuatu tidak dengan sungguh-sungguh maka hasilnya tidak akan memuaskan.
Embancang masak mempelam manis,
makanan anak bidadari.
Bintang terisak bulang menagis,
hendak bertemu si Matahari.
Bermakna ada dua pasang seorang kekasih yang ingin melanjutkan hubungan asmaranya ke jenjang yang lebih jauh lagi, tetapi ada sediktit masalah di antara percintaan mereka.
Pokok pakis tumbuh di hutan,
tumbang melapa di atas duri.
Pulau menangis kering lautan,
ikan juga menghempaskan diri.
Bermakna bila lingkungan rusak, maka makhluk di sekitarnya akan ikut terganggu.
Kemumu di dalam semak,
jatuh melayang selaranya.
Meski ilmu setinggi tegak,
tidak sembahyang apa gunanya.
Bermakna walau setinggi apapun ilmu seseorang tidak akan bermanfaat bila ia tidak beribadah.
Mari kita mencari zaitun,
tiada zaitun pinang pun jadi.
Tanjung pinang negeri pantun,
indah permai cantik berseri.
Bermakna sebuah negeri/wilayah yang indah nan permai.
Kalau mengail di lubuk dangkal,
dapat ikan penuh seraga.
Kalau kail penjang sejengkal,
jangan laut hendak diduga.
Bermakna tidak mungkin mendapat hasil yang maksimal jika usaha kurang.

Itulah beberapa contoh pantun dan maknanya, mengevaluasi pantun bukan hanya mengetahui maknanya tapi mencoba menangkap pesan dalam teks pantun yang kelak berguna dan menjadi motivasi dalam kehidupan kita.


Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : Mengevaluasi Makna Teks Pantun

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!