Bagaimana Anda Pahami Macam-macam Majas dan Pengertiannya, Beserta Contoh?

Sebuah puisi akan tampak indah bila penuh dengan gaya bahasa atau sering diistilahkan dengan majas. Bukan hanya puisi melainkan bentuk-bentuk teks lainnya juga. Majas berfungsi memberi keindahan dan keselarasan dalam sebuah puisi, selain itu sebuah majas yang penuh dengan konotasi akan memikat seseorang yang membacanya secara indrawi (pengindraan).

Pada kesempatan ini kita akan pelajari macam-macam majas, selain dari macam-macam majas pengertian majas beserta contohnya akan dibahas juga di bawah ini.

ads

Macam-macam Majas dan Pengertiannya, Beserta Contoh

Pengertian majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan suatu yang lain. Untuk memahami lebih jelas mari kita tengok macam-macam majas di baawh ini.
Macam-macam Majas dan Pengertiannya, Beserta Contoh
Macam-macam Majas dan Pengertiannya, Beserta Contoh

Macam-macam Majas

Majas dibagi atas kelompok garis besar yakni majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan. Untuk pembagian macam-macam majas berikut penjabarannya beserta contoh.

Majas Perbandingan

Majas Perbandingan terdiri atas perumpamaan, metafora, personifikasi, dan pleonasme.

Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang beda hakikatnya berlainan tetapi sengaja dianggap sama, perbandingan tersebut dijelaskan dengan kata seperti, sebagai, bak, bagaikan, ibarat, dan laksana. Contoh
  • Bagaikan air dan minya
Metafora adalah membandingkan dua hal yang berbeda secara langsung. Contoh
  • Aku adalah anak emas paman
Personifikasi adalah majas yang melekatkan sifat manusia pada benda yang tidak bernyawa. Contoh
  • Hujan memandikan tanaman
Pleonasme adalah pemakaian kata-kata yang berlebihan atau mubazir. Contoh
  • Saya mendongak ke atas

Majas Pertentangan

Majas pertentangan terdiri atas hiperbola, litotes, ironi, paradoks, klimaks, anti klimaks, dan sarkasme.

Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebihan atau membesar-besarkan sesuatu. Contoh
  • Saya terkejut setengah mati melihat dia lewat
Litotes adalah majas yang merendahkan diri. Contoh
  • Singgalah digubukku sejenak
Ironi adalah majas yang menyatakan mekna yang betentangan dengan maksud mengolok-olok. Contoh
  • Wanginya kelasmu, serasa saya mau muntah
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta sebenarnya. Contoh
  • Aku merasa sepi dalam keramaian
Klimaks adalah majas yang mengandung urutan pikiran yang meningkat dari gagasan sebelumnya. Contoh
  • Matematika telah dipelajari mulai SD, SMP, dan SMA
Anti Klimaks majas yang mengandung urutan pikiran yang menurun dari gagasan sebelumnya. Contoh
  • Aku sudah melewati bulan Maret, Februari, dan Januari
Sarkasme adalah majas berupa sindiran yang menyakitkan hati. Contoh
  • Dasar kau otak udang

Majas Pertautan

Majas pertentangan terdiri atas metonomia, sinedoke, lepeusisme, paraklisme, elipsis, asindenton, polisindenton.

Metonomia adalah majas yang menggunakan nama suatu orang untuk menyebutkan barang lain yang memiliki sifat sama. Contoh Metonomia 
  • Mereka memperlajari Chairil Anwar
Sinedoke past pro toto adalah majas yang menyebutkan nama sebagian sebagai pengganti nama keseluruhan. Contoh Sinedoke past pro toto
  • Biaya masuk dikenakan per kepala
Sinedoke totem pro parte adalah majas yang menyebutkan nama sebagian sebagai pengganti nama keseluruhan. Contoh Sinedoke totem pro parte
  • Indonesia menang mutlak atas Malaysia
Lepeusisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa kasar. Contoh Lepeusisme 
  • Ayahnya telah meinggal sebulan lalu
Paraklisme adalah majas yang menyejajarkan pemakaian kata/frasa yang menduduki fungsi sama. Contoh Paraklisme
  • Baik pria maupun wanita mempunyai hak yang sama
Elipsis adalah majas yang menghilangkan sebagian kata/kosa kata. Contoh Elipsis
  • Mereka akan ke Bali
Asindenton adalah majas yang tidak menggunakan kata sambung. Contoh Asindenton
  • Saya melihat, saya mendekati, saya menyapa anak berbaju putih itu
Polisindenton adalah majas keabalikan dari Asindenton

Majas Perulangan

Aliterasi adalah pengulangan pada konsonan pada suatu atau beberapa kata. Contoh
  • Kau kuatkan kalbunya
Asonansi adalah pengulangan pada vokal pada suatu atau beberapa kata. Contoh

  • Mati api di dalam hati
Kiasmus adalah majas yang menggunakan intervensi antara dua kata yang berhubungan. 

Tautotes adalah majas repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.

Anafora adalah majas perulangan kata pertama pada setiap baris.

Epifora adalah majas perulangan pada kata akhir baris atau kalimat berurutan. Contoh Epifora
  • Ibuku sedang memasak di dapeur
          Ketika aku sedang tidur

Banyak juga ya macam-macam majas dan juga contohnya, majas ini dapat memperkaya kebahasaan kita dalam mencipta puisi atau karya-karya sastra lainnya. Jadi jangan sepelekan perihal majas karena sangat berguna dalam kaitannya dengan Bahasa Indonesia. 

Bagi ke FB
Bagi ke G+

Related : Bagaimana Anda Pahami Macam-macam Majas dan Pengertiannya, Beserta Contoh?

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah sesuai topik,tidak mengandung unsur pertikaian, perpecahan, dan SARA.

Komentar dengan link hidup hanya berupa link nofollow!